Kebijakan Ekonomi Presiden Menguntungkan Orang Amerika Paling Kaya


Kebijakan Ekonomi Presiden Menguntungkan Orang Amerika Paling Kaya

Dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan ekonomi presiden mendapat sorotan karena dianggap bias dalam memberikan manfaat bagi orang-orang terkaya di Amerika. Para kritikus berpendapat bahwa kebijakan-kebijakan ini telah memperburuk ketimpangan pendapatan dan memperlebar kesenjangan kekayaan antara si kaya dan si miskin. Meskipun para pendukung presiden berpendapat bahwa kebijakan-kebijakan ini diperlukan untuk pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, jelas bahwa orang-orang Amerika yang paling kaya adalah penerima manfaat utama.

Salah satu kebijakan ekonomi utama yang menguntungkan orang Amerika terkaya adalah Undang-Undang Pemotongan Pajak dan Pekerjaan, yang ditandatangani menjadi undang-undang oleh presiden pada tahun 2017. Undang-undang ini secara signifikan mengurangi tarif pajak perusahaan dari 35% menjadi 21% dan menurunkan tarif pajak individu bagi mereka yang berpenghasilan tinggi. Menurut Pusat Kebijakan Pajak, 1% masyarakat berpenghasilan teratas menerima pemotongan pajak rata-rata sebesar $51.000 pada tahun 2018, sedangkan 80% masyarakat berpenghasilan terbawah menerima pemotongan pajak rata-rata hanya sebesar $900.

Selain itu, kebijakan presiden juga berfokus pada deregulasi dan pemotongan birokrasi bagi dunia usaha, yang telah menguntungkan perusahaan-perusahaan besar dan orang-orang kaya yang memiliki dan menjalankan bisnis tersebut. Upaya deregulasi ini telah menghasilkan peningkatan keuntungan bagi perusahaan dan harga saham yang lebih tinggi, sehingga menguntungkan pemegang saham yang memiliki kekayaan yang tidak proporsional.

Selain itu, kebijakan perdagangan presiden, seperti mengenakan tarif terhadap barang-barang impor, juga menguntungkan orang-orang Amerika yang paling kaya. Meskipun tarif ini mungkin dimaksudkan untuk melindungi lapangan kerja dan industri Amerika, tarif ini juga menyebabkan harga yang lebih tinggi bagi konsumen dan berkurangnya akses terhadap barang-barang yang terjangkau. Masyarakat kaya yang mampu membayar harga lebih tinggi tidak terlalu terpengaruh oleh tarif ini, sementara individu dan keluarga berpendapatan rendah menanggung beban terbesar dari kenaikan tarif tersebut.

Selain kebijakan-kebijakan khusus ini, keseluruhan lingkungan ekonomi yang diciptakan oleh pemerintahan presiden juga bermanfaat bagi orang-orang terkaya di Amerika. Pasar saham telah mencapai rekor tertinggi di bawah kepemimpinan presiden, menghasilkan keuntungan yang signifikan bagi investor dan pemegang saham. Sikap presiden yang pro-bisnis dan penekanan pada deregulasi juga telah menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi keuntungan perusahaan dan kompensasi eksekutif.

Secara keseluruhan, jelas bahwa kebijakan ekonomi presiden memberikan keuntungan yang tidak proporsional kepada orang-orang terkaya di Amerika. Meskipun para pendukung kebijakan-kebijakan ini berpendapat bahwa kebijakan-kebijakan tersebut diperlukan untuk pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, para kritikus berpendapat bahwa kebijakan-kebijakan tersebut telah memperburuk ketimpangan pendapatan dan memperlebar kesenjangan kekayaan. Ketika perdebatan mengenai kebijakan ekonomi presiden terus berlanjut, penting untuk mempertimbangkan dampak kebijakan tersebut terhadap seluruh warga Amerika, bukan hanya segelintir orang terkaya.